"Cuma terlambat (daftar) tapi gagal kok aneh saya rasa. Koruptor saja yang terang-terangan mencuri uang rakyat saja masih diberi kesempatan," ujar Ray saat ditemui di kantor Falcon, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2014).
Namun, saat itu Ray langsung menyatakan pembelaannya. Meski banyak pendukungnya yang mengira Ray telah dicoret namanya.
"Masuk, saya bilang kita belum sempat menyatakan pembelaan dicoret. Banyak enggak etis dan enggak menguasai persoalan. Pendukung saya berpikir dicoret," kata aktor kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, 1 Januari 1957 itu.
Ray sendiri harus menunggu selama hampir satu bulan sebagai pembelaan yang diajukannya. "25 hari nunggu putusan Banwaslu," pungkasnya.